Ethereum, altcoin terbesar, baru-baru ini melonjak melewati level $3.250 pada akhir hari perdagangan pertama minggu ini, menandai titik tertingginya sejak pertengahan Desember. Pada awal tahun ini, harga ETH naik sebesar 16%, melampaui kenaikan Bitcoin sebesar 6,7% pada periode yang sama. Pelaku pasar mengaitkan pemulihan ini dengan tekanan jual yang berkurang dan permintaan yang meningkat akibat staking. Menurut analis Merlijn, tren saat ini lebih menunjukkan fase akumulasi daripada aksi ambil untung.
Ethereum Melonjak ke Rekor Tertinggi, Meninggalkan Bitcoin di Belakang
Pemulihan Kuat pada Ethereum
Kenaikan Ethereum di atas $3.250 menunjukkan bahwa pasar mulai kembali seimbang setelah penutupan tahun 2025 yang lesu. Pergerakan harga semakin cepat selama jam pasar Amerika Serikat, mencerminkan kembalinya selera risiko investor. Para analis menyoroti bahwa tren kenaikan sejak awal tahun ini didasari strategi jangka menengah, bukan perdagangan spekulatif jangka pendek.
Kenaikan harga ini sebagian besar didorong oleh meningkatnya minat pada aktivitas staking. Data blockchain menunjukkan bahwa jumlah validator yang keluar masih terbatas sementara permintaan masuk baru semakin cepat. Total ETH yang di-stake di Beacon Chain mencapai 35,6 juta, dengan sebagian besar pasokan baru dikunci sebelum beredar. Pengaturan ini membatasi sisi penawaran, sehingga memengaruhi pembentukan harga.
Penilaian Merlijn menunjukkan bahwa sentimen pasar masih berada dalam fase bullish. Analis tersebut menganggap ETH masih undervalued dibandingkan dengan norma historis, sehingga mengarahkan perilaku investor ke arah akumulasi. Terlepas dari fluktuasi jangka pendek, pandangan ini memperkuat ekspektasi tren kenaikan yang berkelanjutan.
BitMine dan Pengaruh Staking serta ETF
Salah satu pendorong utama pemulihan adalah langkah staking agresif oleh BitMine, yang memiliki salah satu cadangan Ethereum terbesar di dunia. Perusahaan tersebut mengumumkan telah melakukan staking ETH senilai $2,1 miliar hanya dalam dua minggu. Hingga 4 Januari, total jumlah ETH yang di-stake mencapai 659.219 ETH, dengan peningkatan 250.592 ETH dalam satu minggu terakhir.
Staking BitMine mencakup sekitar 1,85% dari total ETH yang di-stake di Beacon Chain. Lonjakan permintaan masuk membuat antrean tunggu validator naik ke 1,3 juta ETH, mencapai level tertinggi sejak pertengahan November 2025, sementara antrean keluar hampir kembali ke nol seperti pada level bulan Juli. Perusahaan ini bekerja sama dengan tiga penyedia staking berbeda untuk “Made in America Validator Network” yang akan diluncurkan tahun 2026, dengan Chairman Tom Lee memperkirakan pendapatan tahunan dari staking melebihi $374 juta.
Minat dari sisi institusi tidak hanya terbatas pada perusahaan treasury saja. ETF Ethereum spot Amerika Serikat mulai menyalurkan pendapatan staking kepada investor. Grayscale muncul sebagai ETF Ethereum spot pertama yang menawarkan imbal hasil staking. Pakar ETF, Nate Geraci, menyoroti pencapaian produk baru yang mampu mendistribusikan pendapatan pasif sebagai momen penting bagi industri. Analis Bloomberg, James Seyffart, mencatat bahwa arus keluar ETF mencapai 18% dari total arus, namun performa harga tetap seimbang.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Acuity: Ikhtisar Hasil Keuangan Kuartal Fiskal Q1
Importir bersiap menghadapi perjuangan pengembalian tarif sebesar $150 miliar jika Trump kalah di Mahkamah Agung
