Analisis Teknis USDJPY: Perhatian Beralih ke Data Upah Jepang dan Non-Farm Payrolls AS
Sorotan Utama
- Dolar AS melemah setelah data US ISM Manufacturing PMI yang lebih lemah dari perkiraan.
- Ekspektasi pemotongan suku bunga Federal Reserve tetap stabil, dengan pasar memperkirakan sekitar 62 basis poin pelonggaran hingga akhir tahun.
- Fokus utama minggu ini adalah laporan US Non-Farm Payrolls (NFP).
- Inflasi Jepang terus melampaui target Bank of Japan, namun belum ada tekanan langsung untuk perubahan kebijakan.
- Bank of Japan tetap menekankan pertumbuhan upah.
- Pelaku pasar memproyeksikan sekitar dua kenaikan suku bunga dari BoJ pada tahun 2024.
Gambaran Fundamental Pasar
Dolar AS (USD)
Dolar AS mengalami pelemahan secara luas kemarin setelah rilis US ISM Manufacturing PMI yang lebih lunak. Meskipun data tersebut tidak di luar dugaan, dolar menyerahkan keuntungan awal yang diperoleh pada sesi Eropa.
Tidak ada perubahan makroekonomi signifikan dalam dua minggu terakhir. Baik laporan NFP maupun CPI terbaru keluar lebih lemah dari yang diharapkan, dan pasar masih memperhitungkan pemotongan suku bunga sebesar 62 basis poin hingga akhir tahun. Angka bulan Desember dipandang dengan hati-hati karena potensi gangguan akibat penutupan pemerintah, namun rilis mendatang diharapkan memberi kejelasan lebih lanjut.
Saat ini, para trader memperkirakan Federal Reserve dapat mulai memangkas suku bunga paling cepat Maret, namun hanya jika data bulan ini sangat lemah. Jika tren data yang lebih lemah terus berlanjut, ekspektasi pelonggaran lebih lanjut pada 2026 dapat meningkat, memberikan tekanan tambahan pada dolar. Sebaliknya, indikator ekonomi yang lebih kuat dapat mendorong investor mengurangi ekspektasi pemotongan suku bunga, yang kemungkinan akan mendukung greenback.
Yen Jepang (JPY)
Beralih ke yen, data CPI Tokyo terbaru lebih rendah dari perkiraan. Meskipun inflasi tetap di atas target 2% Bank of Japan, hal ini belum memicu respons kebijakan yang mendesak. Bank sentral tetap memprioritaskan pertumbuhan upah, sehingga data upah mendatang dan negosiasi perburuhan musim semi menjadi sangat penting.
Pasar saat ini memperhitungkan pengetatan sebesar 42 basis poin untuk tahun ini, yang setara dengan sekitar dua kali kenaikan suku bunga. Tidak ada perubahan kebijakan yang diantisipasi sebelum Juni, jadi hanya pertumbuhan upah yang sangat kuat atau lonjakan inflasi signifikan yang kemungkinan akan mendorong trader mempercepat ekspektasi kenaikan suku bunga.
Analisis Teknikal USDJPY
Grafik Harian
Timeframe harian menunjukkan area support yang kuat di dekat 154.50, di mana harga telah beberapa kali rebound dalam beberapa minggu terakhir. Pembeli mungkin menemukan peluang risk-reward yang menarik di level ini, dengan target kenaikan menuju 160.00. Sementara itu, penjual akan memperhatikan adanya penembusan tegas di bawah support untuk menargetkan penurunan menuju garis tren utama di sekitar 151.00.
Grafik 4 Jam
Pada grafik 4 jam, pergerakan harga tampak tidak menentu, sehingga tidak banyak level jelas untuk dijadikan acuan trading. Terdapat garis tren naik minor yang dapat memberikan sedikit support, dengan pembeli kemungkinan masuk di atasnya dan menargetkan level tertinggi baru. Sebaliknya, penjual mungkin akan menunggu penembusan di bawah garis tren ini untuk meningkatkan posisi bearish menuju zona support 154.50.
Grafik 1 Jam
Pada grafik 1 jam, pasangan mata uang ini diperdagangkan dalam pola broadening wedge. Pembeli diperkirakan akan menggunakan garis tren bawah sebagai pijakan untuk kenaikan lebih lanjut, sementara penjual mungkin menunggu breakout atau terus melakukan short di dekat batas atas. Garis merah pada grafik menunjukkan rata-rata rentang harian hari ini.
Peristiwa Penting Mendatang
Ke depan, besok akan ada rilis laporan ketenagakerjaan US ADP, ISM Services PMI, dan data lowongan kerja AS. Hari Kamis akan menampilkan statistik upah Jepang dan klaim pengangguran AS terbaru. Minggu ini ditutup pada hari Jumat dengan rilis laporan US Non-Farm Payrolls.
Analisis Video
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Sei Mendesak Pemegang USDC.n untuk Bermigrasi Sebelum Pembaruan SIP-3
Prospek Harga USD/JPY: Tetap stabil di dekat 156,70 sementara perhatian beralih ke Data Non-Farm Payrolls AS
Trader Legendaris Peter Brandt Menemukan Pola Harga Bitcoin yang Paling Tidak Biasa
Krisis Tata Kelola Zcash: Kepergian ECC Mengungkap Cacat Struktural
